Apakah Kita Benar-Benar Beruntung, atau Hanya Kebetulan?

Memahami Suatu Kejadian
Pemahaman tentang berbagai kejadian dalam kehidupan melalui sudut pandang pikiran, persepsi, keyakinan, sugesti, dan cara manusia memberi makna terhadap suatu peristiwa.
Ilustrasi seseorang mempertanyakan apakah keberuntungan yang dialami berasal dari keberuntungan nyata atau hanya rangkaian kebetulan, dalam gaya lukisan pensil hitam putih.
Keberuntungan atau Kebetulan? Memahami Hubungan Keduanya dalam Kehidupan

Ada kejadian yang sering disebut keberuntungan karena hasilnya menguntungkan. Mendapat kesempatan tanpa sengaja, bertemu orang di waktu yang tepat, atau lolos dari suatu masalah bisa membuat seseorang berkata bahwa dirinya sedang beruntung. Sebaliknya, ketika kebetulan yang sama justru membawa kerugian, kejadian itu lebih mudah disebut sebagai kesialan.

Dari sini aku melihat bahwa keberuntungan atau kesialan sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh dampak sebuah kejadian terhadap orang yang mengalaminya, bukan oleh cara kejadian itu terjadi. Satu kebetulan yang sama bahkan bisa menjadi keberuntungan bagi satu orang, tetapi menjadi kesialan bagi orang lain. Apa yang terasa sangat baik dari satu sisi, bisa terasa sangat buruk dari sisi yang berbeda.

Karena itu, aku lebih melihat seseorang bukan sebagai orang yang memang memiliki keberuntungan, tetapi sebagai orang yang sedang berada di sisi yang menguntungkan dari sebuah kebetulan. Label “beruntung” seolah-olah membuat keberuntungan terlihat seperti sesuatu yang melekat pada diri seseorang, padahal kejadian yang membawanya ke posisi tersebut belum tentu bisa direncanakan atau dikendalikan.

Yang kemudian menarik bagiku justru alasan mengapa manusia begitu mudah memberi label seperti “beruntung” dan “sial”. Bisa jadi, label tersebut membantu membuat kejadian yang acak terasa lebih mudah dipahami. Dengan menyebut seseorang beruntung atau sial, sebuah kejadian yang sebenarnya tidak kita kendalikan menjadi terasa memiliki pola dan penjelasan.

Jangan-jangan, dengan selalu menyebut sesuatu sebagai keberuntungan atau kesialan, kita sebenarnya sedang mencari cara agar tidak terlalu takut pada kenyataan bahwa hidup memiliki banyak hal yang tidak bisa diprediksi. Kita mungkin ingin melihat pola yang jelas, padahal sebuah kebetulan bisa membawa hasil yang berbeda bagi orang yang berbeda.

Dari situ muncul pertanyaan yang menurutku menarik: apakah kita benar-benar beruntung, atau sebenarnya hanya sedang berada di sisi yang menguntungkan dari sebuah kebetulan?

Lanjut baca:

Ketika Kebetulan Membawa Hasil yang Baik

Buka pembahasan Tutup pembahasan

Sebuah kebetulan tidak selalu terasa istimewa ketika terjadi. Misalnya, seseorang datang ke suatu tempat tanpa rencana lalu bertemu orang yang ternyata membawa informasi yang sedang dibutuhkan. Pertemuannya sendiri terjadi tanpa direncanakan. Nilai keberuntungannya baru terasa setelah diketahui apa yang didapat dari pertemuan tersebut.

Kebetulan yang tidak membawa keuntungan atau kerugian biasanya juga tidak terlalu diperhatikan. Melihat daun jatuh ketika sedang berjalan, misalnya, tidak membuat seseorang merasa beruntung ataupun sial. Namun, jika benda yang jatuh ternyata dompet berisi uang, perhatian langsung berubah karena kejadian tersebut memberikan hasil yang diinginkan.

Hal yang sama bisa terjadi ketika sebuah kesempatan muncul tepat saat seseorang sedang membutuhkannya. Kesempatan yang datang tanpa direncanakan akan terasa lebih berarti ketika waktunya sesuai dengan kebutuhan. Rasa terkejut juga membuat hasil tersebut terasa seperti keberuntungan yang datang secara tiba-tiba.

Tetapi munculnya kesempatan belum berarti seseorang sudah mendapatkan hasil. Ada orang yang melihat peluang, tetapi tidak mengambilnya. Ada pula yang menyadari nilainya setelah kesempatan tersebut berlalu. Dalam kondisi seperti itu, kebetulan sudah menghadirkan peluang, tetapi belum menghasilkan keuntungan yang nyata.

Perbedaan ini penting karena keberuntungan tidak berhenti pada munculnya sebuah kesempatan. Hasil baru terbentuk setelah seseorang merespons apa yang terjadi. Kebetulan bisa membuka kemungkinan, tetapi apa yang dilakukan setelah kemungkinan itu muncul akan menentukan apakah kesempatan tersebut benar-benar menghasilkan sesuatu.

Maka, sebutan “beruntung” sebenarnya baru muncul setelah hasilnya terlihat. Sebelum itu, yang ada hanyalah sebuah kejadian yang tidak direncanakan dengan kemungkinan hasil yang belum diketahui.

Tetapi Kesempatan Saja Tidak Selalu Menghasilkan Sesuatu

Buka pembahasan Tutup pembahasan

Sebuah kesempatan bisa muncul tanpa direncanakan, tetapi belum tentu menghasilkan apa-apa. Ada orang yang langsung mengenali peluang lalu mengambil tindakan. Ada juga yang melihat peluang yang sama, tetapi memilih diam sampai kesempatan itu hilang.

Gambaran sederhananya seperti umpan ikan yang tiba-tiba jatuh di dekat dua pemancing. Pemancing pertama segera menyentak pancing ketika melihat umpannya berada di posisi yang tepat. Pemancing kedua hanya memperhatikannya sampai umpan tersebut terbawa arus. Jika pemancing pertama mendapatkan ikan, keberhasilan itu memang diawali oleh kebetulan yang sama, tetapi tindakan setelahnya membuat hasil kedua orang tersebut berbeda.

Keberanian mengambil peluang juga tidak sama dengan asal mengambil risiko. Seseorang bisa bertindak cepat karena sudah memahami kondisi, memperkirakan kemungkinan gagal, dan mengetahui apa yang dipertaruhkan. Sebaliknya, tindakan yang terburu-buru tanpa informasi yang cukup bisa menghasilkan keberhasilan hanya karena kebetulan sedang berpihak.

Keberhasilan dari keputusan yang ceroboh tidak otomatis membuktikan bahwa keputusan tersebut tepat. Sebaliknya, kegagalan dari keputusan yang sudah dipertimbangkan dengan baik juga tidak otomatis membuktikan bahwa keputusan tersebut buruk.

Misalnya, sebuah pilihan memiliki peluang berhasil yang lebih besar daripada peluang gagal. Jika hasil yang jarang terjadi ternyata muncul, kegagalan tersebut tetap merupakan salah satu kemungkinan yang sudah ada sejak awal. Penilaian terhadap keputusan tidak cukup hanya melihat hasil akhirnya. Informasi yang tersedia, risiko yang diperhitungkan, dan alasan memilih tindakan tersebut juga perlu dilihat.

Hal ini membuat istilah “sial” menjadi tidak selalu tepat untuk menjelaskan hasil yang buruk. Seseorang bisa sudah mengambil keputusan dengan pertimbangan yang masuk akal, tetapi hasil yang tidak diharapkan tetap terjadi. Tidak ada keputusan yang bisa menghapus seluruh kemungkinan gagal.

Kesempatan memang perlu ditangkap agar bisa menghasilkan sesuatu, tetapi tindakan juga tidak memberikan jaminan keberhasilan. Ada keberanian, perhitungan, dan risiko yang berjalan bersamaan ketika seseorang memilih untuk mengambil sebuah peluang.

Kebetulan menyediakan kesempatan. Tindakan menentukan apakah kesempatan itu dicoba. Hasil akhirnya tetap bisa berada di luar perkiraan.

Kenapa Kita Baru Menyebutnya Beruntung Setelah Berhasil?

Buka pembahasan Tutup pembahasan

Ada perbedaan antara melihat sebuah kesempatan sebelum hasilnya diketahui dan melihat kesempatan yang sama setelah orang lain berhasil. Sebelum hasilnya terlihat, pilihan tersebut masih penuh ketidakpastian. Setelah seseorang berhasil, ketidakpastian itu seolah menghilang.

Situasi seperti ini mudah memunculkan penyesalan. Melihat orang lain mendapatkan hasil baik dari kesempatan yang dulu pernah ada bisa membuat seseorang berpikir, “Seharusnya tadi aku ambil.” Kesempatan yang sebelumnya terlihat biasa atau terlalu berisiko tiba-tiba tampak seperti pilihan yang jelas.

Padahal, ketika kesempatan itu datang, hasil akhirnya belum diketahui. Informasi yang tersedia masih terbatas. Risiko kegagalan masih ada. Orang yang memilih untuk tidak mengambilnya juga belum tahu bahwa orang lain akan berhasil.

Hal yang sama berlaku pada orang yang mengambil kesempatan lalu berhasil. Hasil yang baik tidak berarti sejak awal dia sudah mengetahui bahwa pilihannya akan berhasil. Keputusan tetap dibuat dalam kondisi yang belum pasti. Keberhasilan baru memberikan kepastian setelah keputusan tersebut dijalankan.

Penyesalan sering membuat kondisi masa lalu terlihat lebih sederhana daripada kenyataannya. Setelah mengetahui hasilnya, pilihan yang berhasil terlihat jelas, sementara kemungkinan gagal yang dulu ikut dipertimbangkan perlahan terlupakan. Perhatian hanya tertuju pada hasil yang benar-benar terjadi.

Itulah sebabnya sebuah kesempatan bisa berubah penampilannya setelah hasilnya diketahui. Sebelum berhasil, kesempatan tersebut hanya salah satu kemungkinan. Setelah berhasil, kesempatan yang sama terlihat seperti peluang emas yang seolah-olah sudah jelas sejak awal.

Padahal, yang berubah bukan kesempatan tersebut. Informasi yang dimiliki sekarang sudah berbeda dengan informasi yang tersedia ketika keputusan harus dibuat. Hasil akhir telah menggantikan ketidakpastian yang sebelumnya ada.

Mungkin itu sebabnya keberuntungan sering baru terlihat setelah keberhasilan terjadi. Kita tidak melihat kemungkinan yang gagal karena kemungkinan itu memang tidak pernah menjadi kenyataan. Yang terlihat hanya hasil yang berhasil, lalu hasil tersebut membuat kejadian sebelumnya tampak lebih beruntung daripada ketika semuanya masih belum pasti.

Kalau Hasilnya Buruk, Apakah Itu Juga Hanya Kebetulan?

Buka pembahasan Tutup pembahasan

Ketika hasilnya baik, keputusan yang menghasilkan hasil tersebut sering terlihat bagus. Sebaliknya, hasil buruk mudah membuat keputusan yang sama terlihat seperti kesalahan. Orang yang gagal bisa dianggap salah memilih, kurang berhati-hati, atau tidak mampu membaca situasi.

Padahal, hasil akhir tidak selalu menunjukkan kualitas keputusan yang dibuat sebelumnya.

Keputusan memang bisa buruk jika fakta yang sudah jelas diabaikan, tindakan dilakukan secara impulsif, atau risiko yang sebenarnya dapat diperkirakan sama sekali tidak dipertimbangkan. Dalam kondisi seperti itu, kegagalan memang berkaitan dengan cara keputusan tersebut dibuat.

Ada pula keputusan yang sudah menggunakan informasi terbaik yang tersedia, mempertimbangkan risiko, dan memilih kemungkinan yang dinilai paling masuk akal. Pilihan seperti itu tetap bisa berakhir buruk karena hasil yang tidak diinginkan masih termasuk dalam kemungkinan yang ada.

Misalnya, sebuah pilihan memiliki peluang berhasil yang lebih besar daripada peluang gagal. Ketika hasil yang lebih jarang ternyata terjadi, kegagalan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa pilihan sebelumnya merupakan keputusan yang buruk. Pada saat keputusan dibuat, hasil tersebut belum diketahui dan peluang gagal memang sudah ada.

Penilaian yang hanya melihat hasil akhir juga bisa berlaku sebaliknya. Keputusan yang ceroboh tidak berubah menjadi keputusan yang baik hanya karena kebetulan menghasilkan keuntungan. Keberhasilan dapat terjadi tanpa membuktikan bahwa cara mengambil keputusan tersebut sudah benar.

Perbedaan ini penting ketika membicarakan keberuntungan dan kesialan. Hasil yang menguntungkan tidak selalu menunjukkan keputusan yang hebat, sama seperti hasil yang merugikan tidak selalu menunjukkan keputusan yang buruk. Kualitas keputusan lebih masuk akal dinilai dari informasi, pertimbangan, dan risiko yang tersedia ketika pilihan dibuat.

Kalau sebuah keputusan berakhir buruk, pertanyaan yang lebih jelas bukan hanya “Kenapa aku sial?”, tetapi juga “Dengan informasi yang tersedia saat itu, apakah keputusan tersebut memang masuk akal?” Jawabannya bisa menunjukkan apakah kegagalan tersebut berasal dari keputusan yang buruk atau hanya dari kemungkinan yang kurang menguntungkan.

Jadi, Apa yang Sebenarnya Disebut Keberuntungan?

Buka pembahasan Tutup pembahasan

Setelah melihat hubungan antara kebetulan, kesempatan, keputusan, dan hasil, keberuntungan terasa kurang tepat jika dianggap sebagai sifat yang dimiliki seseorang. Seseorang tidak otomatis menjadi “orang beruntung” hanya karena beberapa kejadian baik terjadi kepadanya.

Keberuntungan lebih masuk akal jika dilihat sebagai pertemuan antara kejadian yang tidak direncanakan dengan respons seseorang terhadap kejadian tersebut. Pertemuan dengan orang yang tepat, informasi yang muncul secara tidak sengaja, atau kesempatan yang datang pada waktu tertentu bisa membuka kemungkinan yang sebelumnya tidak terlihat.

Namun, kemungkinan itu masih perlu direspons. Seseorang bisa menyadari peluang, mengambil keputusan, lalu mencoba menggunakannya. Hasilnya tetap tidak sepenuhnya berada dalam kendali karena keputusan yang masuk akal pun masih memiliki kemungkinan gagal.

Sebaliknya, keberhasilan tidak selalu menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Ada keputusan yang kurang matang tetapi kebetulan menghasilkan hasil baik. Hasil tersebut tetap nyata, tetapi keberhasilan saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa keputusan yang dibuat memang tepat.

Dengan cara pandang seperti ini, keberuntungan bukan sesuatu yang sepenuhnya diberikan dan bukan pula sesuatu yang sepenuhnya diciptakan. Ada kejadian yang tidak direncanakan, ada tindakan yang bisa dilakukan, lalu ada hasil yang baru diketahui setelah semuanya terjadi.

Kebetulan menyediakan kemungkinan. Tindakan membuat kemungkinan itu dicoba. Hasil akhirnya menentukan apakah kejadian tersebut kemudian disebut sebagai keberuntungan.

Mungkin itulah sebabnya keberuntungan sulit dipisahkan dari kebetulan. Ada sesuatu yang berada di luar kendali, tetapi ada pula tindakan manusia yang menentukan bagaimana peluang tersebut dihadapi.

Kesimpulan

Setelah melihat hubungan antara kebetulan, kesempatan, tindakan, keputusan, dan hasil, keberuntungan tidak terlihat sebagai sesuatu yang sepenuhnya melekat pada seseorang. Ada kejadian yang datang tanpa direncanakan, lalu ada pilihan yang dibuat setelah kejadian tersebut muncul.

Kesempatan yang sama bisa menghasilkan cerita berbeda. Ada yang mengambilnya dan mendapatkan hasil baik. Ada yang melewatkannya. Ada pula yang sudah mengambil keputusan dengan pertimbangan matang tetapi tetap mendapatkan hasil yang buruk. Hasil akhir tidak selalu bisa menjelaskan kualitas keputusan yang dibuat sebelumnya.

Label “beruntung” dan “sial” juga bergantung pada siapa yang mengalami sebuah kejadian. Satu kebetulan bisa menguntungkan seseorang sekaligus merugikan orang lain. Kejadian yang awalnya terlihat biasa bahkan bisa berubah menjadi “keberuntungan besar” setelah hasilnya diketahui.

Lalu, apakah kita benar-benar beruntung, atau hanya kebetulan?

Bisa jadi keduanya. Kebetulan menghadirkan kemungkinan yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan, sedangkan tindakan menentukan bagaimana kemungkinan tersebut dihadapi. Ketika hasilnya menguntungkan, kita menyebutnya keberuntungan.

Keberuntungan memang bukan sesuatu yang sepenuhnya dimiliki. Mungkin Ia muncul ketika kejadian yang tidak direncanakan bertemu dengan keputusan dan tindakan yang dilakukan pada saat yang tepat.